Perpisahan Siswa Kelas B TKIT Nurul Fikri

tkitAhad (12/6), TKIT Nurul Fikri mengadakan acara perpisahan atau pelepasan siswa-siswi kelas B di Gedung IX FIB Universitas Indonesia, Depok. Perpisahan kali ini melepas siswa-siswi angkatan ke 18. Hadir dalam acara, Sekretaris Yayasan SIT Nurul Fikri, Dr. Santoso Soekirno, Kepala SMPIT Nurul Fikri, Joko Prayitno, S.S., Wakil BP3 TKIT Nurul Fikri, Wieke Widasari dan orang tua murid kelas B. Tema perpisahan kali ini adalah Aku Cinta Al-quran, dengan tema ini panitia mempunyai tujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-quran kepada siswa-siswi kelas B dan kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah TKIT Nurul Fikri, Rusliah, S.Pd., menjelaskan, pada tahun ini TKIT Nurul Fikri meluluskan 88 siswa kelas B dan 2 siswa kelas A yang melompat ke SD. ”Tahun ini murid kelas B yang lulus lebih banyak dari tahun-tahun kemarin, karena di tahun ini kami memiliki 4 kelas di kelas B, dan semua Alhamdulillah lulus 100%”, ujarnya bangga.

Lebih lanjut beliau mengatakan, ”Kami adalah sebuah lembaga pendidikan yang ingin mencetak para generasi Alquran. Dalam acara perpisahan ini, kami akan menyampaikan dari awal ketika turunnya Alquran sampai pada masa para sahabat yang mencoba untuk membukukan Alquran tersebut hinga sampai pada kita saat ini. Ini akan kita jabarkan dalam sebuah drama kolosal yang akan dibawakan oleh anak-anak level B. Ada sesuatu yang ingin kami berikan kepada Ibu dan bapak bahwa dengan membuat acara seperti ini, semoga semakin tumbuh rasa cinta kita kepada Alquran”, jelasnya.

Diakhir sambutannya Ibu Lia (sapaan akrabnya), menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus BP3 yang telah banyak membantu dalam kegiatan pembelajaran selama satu tahun berjalan. BP3 bersama para guru juga turut berpartisipasi dalam mewujudkan acara perpisahan ini. Sambutan-sambutan lain disampaikan pula oleh Sekretaris Yayasan SIT Nurul Fikri, Dr. Santoso Soekirno dan Wakil BP3 TKIT Nurul Fikri, Wieke Widasari.

Dalam drama kolosal yang diperankan seluruhnya oleh siswa-siswi kelas B dan 2 orang siswa kelas A serta beberapa orang guru, semua berjalan dengan baik. Dengan alur cerita yang dibacakan oleh ibu Meta, acting para siswa di atas panggung sangat baik dan tidak mengecewakan. Para hadirin sangat menikmati peran para siswa dan guru dalam melakonkan drama kolosal itu.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari drama yang mengangkat tentang awal diturunkannya Alquran sampai dibukukannya Alquran. Para siswa sangat menjiwai perannya masing-masing. Ada juga yang membaca Alquran, bernyanyi, dan menari. ”Kami sangat tidak menyangka, kami sempat meneteskan air mata, dengan latihan yang seadanya, mereka bisa melakukan perannya dengan baik”, ujar pembawa acara yang juga orang tua murid.

 

Reportase Lainnya