Siapa yang tak kenal dengan Bloom ? Bagi sebagian orang yang berenang dalam kolam pendidikan seharusnya tahu dan bahkan bisa menjawab pertanyaan diatas. Ya, Bloom adalah seorang ahli pendidikan
Pria yang memiliki nama lengkap Benjamin Bloom ini dengan sangat gemilang mampu menciptakan teori baru untuk mencapai tujuan pendidikan dengan membagi konsep pendidikan menjadi tiga cakupan wilayah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pembelajaran dan mengolah keahlian mentalitas. Ranah afektif meliputi fungsi yang berkaitan dengan sikap, emosi, dan perasaan.
Sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan fungsi manipulatif dan kemampuan fisik peserta didik. Konsep yang dikembangkan pada tahun 1956 tersebut diberi namataksonomi Bloom. Taksonomi sendiri berasal dari bahasa Yunani, tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi berarti klasifikasi berhirarkhi dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian-sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi(http://en.wikipedia.org/wiki/Bloom%27s_Taxonomy).
Berikut ini adalah taksonomi yang dikembangkan oleh Benjamin Bloom pada awal perkembangannya beserta proses revisi yang dikembangkan Lorin Anderson.

Namun seiring berjalnnya waktu dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, konsep ini mengalami perbaikan. Seorang murid Bloom sendiri yang bernama Lorin Anderson melakukan penelitian pada awla tahun 1990 dan mempublikasikan hasil revisinya pada tahun 2001. Revisi ini dikenal dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Ada beberapa yang dipertahankan oleh Lorin Anderson dalam revisinya.
Misalnya, kalsifikasi masih diurutkan secara hierarkis dari level terendah hingga level tertinggi. JUmlah klasifikasinya pun masih tetap sama yaitu sebanyak 6 level. Namun tentu saja, perubahan adalah salah satu hal yang mutlak pada sertiap revisi. Kalimat kunci pada revisinya Lorin Anderson kali ini terletak pada perubahan kata benda menjadi kata kerja. Selain itu pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis digabung menjadi satu yaitu pada level analisis saja. Sementara itu, Lorin dengan cerdas memasukan satu kategori baru yaitu creating yang pada awalnya tidak ada.
Setiap kategori dalam Revisi Taksonomi Bloom memiliki subkategori yang terdiri dari kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut. Kata-kata kunci itu digambarkan pada tabel dibawah ini.
|
Kategori |
Sub Kategori |
|
Mengingat |
mengurutkan, menjelaskan, mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi , menemukan kembali dsb. |
|
Memahami |
menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, mebeberkan dsb. |
|
Menerapkan |
melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi dsb |
|
Menganalisis |
menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan, membandingkan, mengintegrasikan dsb. |
|
Mengevaluasi |
menyusun hipotesi, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan, menyalahkan, dsb. |
|
Berkreasi |
merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, menggubah dsb. |
Berikut ini adalah contoh implementasi Taksonomi Bloom untuk pembelajaran PKn
Materi : Sistem Pemerintahan Republik Indonesia
Mengingat
· Membuat daftar ururtan Presiden RI dari waktu ke waktu
· Menyebutkan fungsi lembaga legislatif di Indonesia
· Membedakan peran masing-masing lembaga tinggi Negara yang ada di Indonesia
Memahami
· Memberikan pendapat mengenai proses pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah yang artikelnya diambil langsung dari media massa dan media elektronik
· Mengklasifikasikan lembaga tinggi Negara menurut teori kekuasan yang diterangkan oleh Montesquie
· Menjelaskan ulang proses pelaksanaan Pemilu di Indonesia
· Menyampaikan opini mengenai proses pelaksanaan Pemilu di depan kelas
Mengaplikasikan
· Membuat simulasi mengenai proses pelaksanaan Pemilu di Sekolah
· Menyusun proses pelaksanaan Pemilu di Sekolah
· Memilih kegiatan Pemilu di Indonesia
Menganalisis
· Mengintegrasikan data dan hasil pemilu ke dalam sebuah artikel
· Memproses data pemilu di sekolah dan kemudian menetapkan siapa yang akan menjadi presiden dan wakil presiden di kelas, serta lembaga legislatif sekolah
Mengevaluasi
· Menilai kelebihan dan kekurangan proses pelaksanaan pemilu di sekolah dan dihubungkan dengan proses diIndonesia
· Menghitung efisiensi sistem pelaksanaan Pemilu di berbagai tempat
Menciptakan
· Membuat logo kelompok dan kelengkapan lainnya untuk menjadi peserta pemilu di sekolah
· Membuat visi misi kelompok
· Membuat visi misi presiden sekolah
· Membuat program sederhana yang dapat diterapkan langsung disekolah
Untuk penilaian ketiga ranah pendidikan di atas dapat dilihat dari keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Silahkan menggunakan alat tes untuk mengukur ranah kognitif siswa, sedangkan ranah afektif dapat dinilai dari kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, dan ranah psikomotor dapat dilihat dari cara bekerja dan berkarya siswa dalam proses pembelajaran.